Wednesday, July 11, 2012

TINGGAL DI DAERAH BEKAS JIN BUANG ANAK

Sudah hampir 3 bulan ini gue tinggal di rumah baru. Sayang, tempat ada di daerah sepi dan pelosok. Orang Palembang menyebut daerah seperti ini sebagai daerah bekas tempat Jin buang anaknya. Awalnya tak betah tinggal disini, namun lama-lama ya bisa betah juga.
Tiap hari gue mesti antar jemput anak-anak sekolah. Baru hari minggu bisa benar-benar santai di rumah. Nah, sekarang mereka sedang libur sehingga bisa istirahat total dari acara antar jemput sekolah ini.
Bangunan rumahnya sudah selesai, tapi dirasa masih sempit. Cuma ada 2 kamar tidur, ruang tamu, ruang tengah dan dapur yang ukurannya serba sempit. Oleh karena itu gue bermaksud tambah ruangan untuk satu kamar tidur lagi, dan nambah luas ruang keluarga. Kebetulan tanahnya masih luas. Sekarang sudah gue pasang pondasi, pasang pagar samping dan belakang, serta sebagian selesai menimbun dengan pasir. Janji Pak de, developernya, semua baru akan selesai 100 persen setelah lebaran nanti. Wah kelamaan ini. Tapi apa boleh buat, kita mesti nunggu saja.
Oya, maaf potonya belum saya posting ke sini, lain kali nyusul aja biar semua tahu bentuk rumah gue yang baru ini. Tunggu saja.

Tuesday, January 3, 2012

Kepala Pening !

Ini hari Rabu tanggal 3 Januari 2012. Baru dua hari lewat acara tahun baruan. Sayang gue tak menikmati tahun baru dengan kesenangan yang penuh. Gue malah pening tujuh keliling.
Sebenarnya gue berduka yang mendalam. Bibi gue di Parungpanjang meningggal dan gue tak bisa berbuat apa-apa. Mau pulang banyak kendalanya.
Namun gue yakin, walau terlambat, gue akan bisa pulang. Smoga.
Jadilah dulu tulisan gue... kepala ini tambah pening...

Saturday, December 31, 2011

HARI TERAKHIR DI TAHUN 2011

Hari ini Sabtu tanggal 31 Desember 2011, hari dan tanggal terakhir di tahun 2011 ini. Malam nanti akan ada penggantian hitungan tahun. Orang menamakannya Tahun Baru 2012.
Bagi gue, tak ada yang istimewa dari habisnya tahun 2011 atau bergantinya tahun menjadi 2012. Sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya, tahun baru tak lebih dari sekedar ganti angka di kalender saja. Gue tak bangga dengan tahun baru. Gue tak peduli dengan tahun yang sudah lalu.
Bagi gue, hidup sekedar harus dijalani, tanpa pilihan lain.
Nah, bagi anda yang senang dengan datangnya tahun baru ini, nikmatilah. Puaskanlah. Sebab siapa tahu tahun baru ini akan menjadi tahun baru terakhir di kehidupanmu.

Friday, December 30, 2011

Tambah Tua Saja.

Hari ini hari Jumat. Tak terasa baru jumat kemarin rasanya gue ikut jumatan, kini telah tiba pula waktunya untuk jumatan. Benar-benar serasa sekejap saja waktu yang telah berlalu ini. Sayang, dalam seminggu yang telah lewat ini, gue tak mendapatkan apa-apa, selain bertambahnya itungan usia saja.
Untuk kali ini gue tak mau banyak cerita, gue cuma mau tampilkan potongan wajag gue yang paling akhir, alias gambar terbaru. Banyak berubah dibandingkan poto-poto gue sebelumnya. Lebih kusut, seram dan tak muda lagi. Inilah hidup.

Monday, December 26, 2011

SEMANGAT BARU

Sejak pagi kota Palembang diguyur hujan. Walau tak deras, tapi bisa bikin basah kuyup orang bersepeda motor. Itu gue rasakan saat tadi pagi nurutin kemauan bini minta diantar ke pasar 26 Ilir. Naik motor bareng bini memang asyik, kayak jaman pacaran dulu. Tanpa anak-anak yang bikin repot. Mereka masih nyenyak tidur ketika kami pergi.

Tak banyak yang dibeli dipasar. Cuma Ikan patin dua kilo, ayam satu kilo serta bumbu-bumbunya. Sebagai suami yang baik, gue rela bersabar ngikutin bini belanja, walau basah-basahan kena hujan.
Pulangnya, parah, hujan tambah deras dan nekad saja tancap gas. Baju celana basah kuyup dan badan menggigil kedinginan.
Datang dirumah, perut lapar dan minta diisi. Ayam gue masak ungkep lalu digoreng. Panas-panas gue makan duluan. Kelar semua barulah ganti baju dan berangkat kerja.
Oya, ini memang masih gari libur bagi orang-orang kantoran. Katanya cuti bersama hari Natal. Namun bagi gue itu tak penting, gue tetap berangkat kerja, lihat-lihat orang yang lagi kerja.
Karena hujan tak mau reda, gue berlari ke kantor tempat kawan mangkal. Disinilah gue ngobrol ngaler-ngidul, bukan kerja lagi. Selanjutnya diajak makan siang, solah dzuhur dan terakhir buka internet. Maka jadilah tulisan ini.
Yang bikin seneng gue hari ini adalah peluang penawaran perusahaan milik gue pribadi, yaitu CV. Enimas, kepada sebuah perusahaan di Pekanbaru, bakalan goool. Respon dari mereka sangat bagus.
Gue memang nawarin dua set kapal tugboat dengan tongkang untuk disewakan ke mereka. Ya, inilah bisnis baru gue dibidang armada laut. Jika bisnis yang ini gol dipastikan akan ada pemasukan yang lumayan besar ke kantung gue tiap bulan, tidak lagi ngandalkan gaji yang pas-pasan.
Gue minta bener sama siapapun yang baca tulisan ini mau doakan gue agar bisnis ini bisa sukses, gue bisa banyak duit dan kelak masuk Surga sekalian. Amin.
Nah gitu lah dulu tulisan ngelantur gue ini. Jangan bae ada yang tersinggung ya. Tks.

Sunday, December 25, 2011

ADA KONDANGAN HARI INI


Hari ini minggu, tanggal 25 Desember 2011. Orang-orang kristen lagi sibu ngerayain hari Natal, katanya itu hari besar mereka. Namun bagi gue, yang orang Islam tulen, hari ini adalah hari minggu biasa, hari libur kerja yang selalu sia-sia karena tak bisa dipake berlibur, melainkan ada saja acara undangan orang hajatan yang menyita waktu libur begini.

Terpikir untuk tidak datang saja diacara kondangan ini. Cuma yang ngundang ini bukanlah orang lain, melainkan masih keluarga dekat. Ia masih sepupu bini gue yang ngadakan resepsi kawinan anak gadisnya yang bungsu. Jadi nggak enak kalau nggak datang.

Walau malas-malas akhirnya gue putusin untuk tetap hadir. Tempatnya di Graha Sriwijaya yang ada di jalan Merdeka deket kantor Walikota Palembang.

Urusan pakaian untuk pergi kondangan saja sudah pusing tujuh keliling. Awalnya gue pingin hadir pakai baju batik santai saja, tapi bini gue ngelarang. Katanya kita ini adalah Panitia juga, dan kebetulan jadi penerima tamu. "Ya, mesti pake jas dong...! katanya. Ya, akhirnya gue nyerah ikut usulan si bini cerewet ini.

Di tempat acara gue ketemu banyak keluarga dan kawan. Inilah yang jadi tujuan dari kondangan yang sesungguhnya, itung-itung kesempatan bertemu dengan seluruh keluarga atau kawan-kawan yang lama tak jumpa.

Yang agak payah adalah urusan perut. Dari rumah sejak pagi gue belum sempat sarapan pagi. Datang di acara malah lambat makan, ya, pedih deh jadinya perut ini. Bisa-bisa penyakit maag ini kambuh lagi.

Jam setengah satu baru terisi sate dengan lontong ditambah beberapa potong pempek palembang. Sudah ada modal tenaga untuk tampil. Kalau mau langsung makan duluan rasanya maluan juga, masyak panitia makan duluan, kan mestinya tamu yang makan duluan itu.

Diatas panggung ada band pengiring, penyanyinya cantik dan suaranya merduuuuu sekali. Inilah kesempatan gue untuk tampil.

Suara gue memang terkenal berantakan, tidak ada tanda-tanda berbakat dalam tarik suara. Suaranya jelek dan tak banyak hapal lagu. Ada satu lagu yang lumayan inget, judulnya Kemesraan, lagunya Iwan Fals.

Lagu inilah yang gue jadikan modal tampil di panggung. Gue minta sang penyanyi ikut nemeni gue nyanyi, alias berduet. Hasilnya lumayan lah. walau suaranya antara hidup dan mati, akhirnya ya tuntas juga.

Lucunya, usai gue tampil, anak gue yang kecil, Nina, bukannya suka gue nyanyi, melainkan marah gara-gara nyanyi bareng penyanyi. "Papa genit nyanyi sama cewek, entar dibilangin mama", omelnya seraya memukul-mukul.

Jam satu siang acara usai dan gue sama anak bini langsung cabut. Harapan gue bisa langsung santai di rumah menikmati hari minggu. Sayang, di rumah juga ternyata tidaklah nyaman. Walau ngantuk, mata masih tak bisa tidur juga. Ya dari pada pusing lebih baik buka internet dan buat postingan ini. Gue yakin tak bakalan ada orang yang mau baca postingan ini. Tapi setidaknya gue sudah nulis, sudah ngoceh ngilangin stress di hari libur ini.

Oke terima kasih ya bos.

Saturday, December 24, 2011

GUE PUNYA KESIBUKAN BARU


Hampir 2 tahun lebih blog kesayangan gue ini dibiarkan tanpa disentuh sama sekali. Jangankan buat postingan baru, sekedar buka aja malasnya bukan main. Kini gue coba buka lagi dan paksakan untuk terusin menulis hari demi hari apa yang gue alami hingga kelak gue menutup mata untuk selamanya.

Gue mau ceritakan perjalanan hidup gue yang "missing link" dalam 2 tahun terakhir, apa yang telah terjadi. Inilah kilasannya :

Posting terakhir gue tentang laptop baru yang gue beli dengan kredit lewat Adira. Kini bahkan laptop tersebut udah hilang kena jual saat gue buntu tak punya duit.

Hilangnya laptop menyebabkan hilang pula semangat menulis dan berkarya sebagai wartawan tulen. Gue malah disibukkan cari duit sana-sini, walau hasilnya cuma cape doang.

Saat musim Pilkada Gubernur Sumsel lalu, gue memang termasuk tim sukses yang berhasil menjadikan jagoannya terpilih. Sayang, secara ekonomi gue bukanlah tim sukses yang sukses, melainkan tim sukses yang kurang beruntung. Maklum, begitu Gubernur dan Wagub yang gue dukung menang, justru gue terpinggirkan. Malah banyak orang yang datang mengaku pahlawan kesiangan justru berhasil memanfaatkan situasi. Gubernur Alex Noerdin justru lebih memilih mengeruk sendiri "kue-kue" proyek, tanpa berbagi dengan Wakil Gubernurnya. Kebetulan gue yang ada di barisan Wakil Gubernur bisanya cuma makan angin belaka. Sedangkan mereka yang adan di barisan Gubernur sibuk membagi-bagi kue. Sikat habis, besar-kecil mereka cengkram. Kita cuma jadi penonton.

Karena tak mendapat apa-apa terpaksa gue banting stir putar haluan. Cari jalan lain yang lebih baik dan halal, agar hidup berkah.

Gue mengurangi aktivitas gue di dunia "hitam" wartawan. Gue mau duit yang gue bawa balik untuk anak bini benar-benar dijamin halal. Gue mau belajar cari duit dengan keringat, bukan hasil pemberian orang seperti selama ini.

Ada tawaran dari kakak ipar gue agar gue mau ikut gabung dibisnis yang baru dia jalankan. Memang baru sekitar satu tahunan kakak ipar buka bisnis baru dibidang perkapalan. Bagi gue ini memang terbilang asing, gue cuma tahu pena dan buku atau komputer. Kini gue harus berurusan dengan kapal, dok, dan pembuatan ponton-ponton besi. Gue masih bingung apa yang mesti gue lakukan.

Setelah gue coba, ternyata bisnis perkapalan lumayan menarik. Walau secara materi gue baru cuma bisa mengamankan urusan makan sehari-hari dan biaya anak sekolah, namun gue merasa puas dan yakin kedepan gue bakal maju dan bisa jadi bos juga.

Kerja gue cuma sekali-kali mengawasi orang kerja di bengkel atau mengurusi tugboat dan tongkang yang disewa orang. Gue juga terpaksa harus mondar-mandir Palembang-Tanjungapi-api sekedar untuk mengecek tongkang-tongkang yang beroperasi dilapangan. Gue merasa santai tapi sibuk. Gue enjoy juga menikmatinya.

Untuk mendekati tempat kerja terpaksa gue memboyong keluarga pindah rumah. Dulu gue tinggal di jalan enim raya kenten. Dua tahun lebih nyoba tinggal di jalan dempo raya, masih di wilayah kenten juga. Barulah setahun kemarin gue pindah lagi ke daerah Musi II, tepatnya di komplek Griya Mitra. Kebetulan dari sini tidak terlalu jauh jaraknya ke tempat gue kerja di Tanggabuntung.

Anak-anak gue tumbuh seperti anak-anak lainnya. Anis, anak yang besar sudah kelas 2 SMP. Dulunya sekolah di SMP 14 Palembang yang ada di Kenten. Karena pindah rumah terpaksa iapun mesti pindah sekolah.

Bini gue berharap Anis pintar ngaji dan tahu agama. Makanya sengaja gue masukan ke sekolah Islam terpadu di SMP IT Izzatuna yang terletak di jalan Tanjung Api-api.

Adiknya, Nina, yang masuk kelas 1 SD juga sekalian gue masukan di Izzatuna biar bareng dengan kakaknya. Mereka berdua sekalian mondok di asramanya agar tidak usah mondar mandir diantar jemput.

Awalnya semua berjalan mulus. Nina cuma bisa bertahan satu minggu di pesantren. Ia nangis terus, susah makan, jarang mandi dan badannya dekil korengan. Akhirnya ia dibawa pulang saja. Sedangkan Anis tetap tinggal dipesantren.

Tiap pagi dan sore ada kerjaan baru mesti antar jemput nina ke sekolah. Jaraknya lumayan jauh, 20 km lebih. Sehari dua kali pulang pergi mencapai jarang 80 km lebih. Habis bensin 50 ribu perak sekedar antar jemput pagi sore dengan mobil yang cuma satu-satunya. Karena urusan antar jemput ini akhirnya urusan gawe gue jadi berantakan. Gue sering tak masuk kerja karena terbuang waktu untuk antar jemput. Kakak ipar gue mulai runyam.

Akhirnya gue putusin untuk memindahkan kedua anak gue ke sekolah yang dekat. Berat memang, di sekolah Izzatuna mutunya sangat bagus. Anak-anak belajar agama dan hasilnya sangat baik. Cuma kalau mesti antar jemput terus, gue yang tak tahan lagi.

Anis dan Nina gue pindah ke sekolah Az-Zahrah yang ada di komplek Poligon musi 2. Walau sudah hampir setengah tahun, keduanya bisa diterima disini, walau mesti repot dengan urusan surat-menyuratnya.

Kini mereka sekolah disini dan tak jadi beban gue antar jemput. Bini gue bisa antar jemput sendiri pake motornya. Dan gue bisa lebih konsen kerja.

Masalah kerja, kini gue benar-benar fokus belajar bagaimana cara buat tongkang besi alias ponton dengan baik. Gue belajar secara teori dan praktek langsung. Harapan gue dalam tiga empat bulan nanti gue sudah tahu betul dan bisa sendiri sehingga gue bisa buka usaha sendiri.

Pagi-pagi gue periksa galangan yang ada di gandus Palembang. Disini gue bisa jadi pengawas sekaligus murid yang belajar membuat ponton. Agak siang gue pindah ngawas di bengkel karanganyar. Disini juga sama, membuat tongkang besi. Gue jadi pengawas tapi juga jadi murid. Gue banyak nanya sama kepala tukang, bagaimana kontruksi yang baik dan itung-itungan biayanya sekalian.

Nah, itulah kegiatan rutin gue sehari-hari saat ini. Target gue, nanti gue mesti bisa dan mampu buka usaha sendiri. Doakan biar gue maju. Tks.

Thursday, January 15, 2009

Notebook Baru Bikin Semua Lancar

Belum lama ini gue dapat notebook baru, lumayan walau bukan yang mahal tapi bisa untuk tuntaskan semua urusan kerja dan hoby gue yang tak jauh dari komputer dan internet. Mernya Acer Type Aspire 2930z. Jadilah, bisa browsing dimana saja. Apalagi di seputaran kota Palembang saat ini telah bertaburan hotspot-hotspot gratis. Asyik juga.

Oya, foto dan video dari video chattingnya juga lumayan bagus. Gambarnya cerah dan batere juga hemat. Ukurannya sedang 12 inci, tak terlalu besar kayak laptop jaman baheula.

Nah, karena itulah gue bakal bisa aktif lagi posting terus di blog gue ini. Walau sering macet nulis, akan gue paksakan biar blog gue ini rame, Gue juga punya banyak blog-blog lain yang sama-sama perlu di update tiap saat. Semoga dengan "barang baru" ini gue tambah giat lagi.
Tks.

Wednesday, November 26, 2008

NAIK BIS KOTA DI PALEMBANG

Hari ini gue bebaskan diri dari kebiasaan rutin sehari-hari, pulang pergi bawa mobil sendiri, nyopir sendiri. Tapi gue hari ini sengaja pilih naik bis kota saja. Sudah lama tak pernah lagi naik bis kota yang kalau di jakarta sekelas metro mini namun di palembang disebut bus kota.
Gue pingin tahu, kata orang naik bis kota itu tidak nyaman, berdesakan, banyak kejahatan mulai dari copet hingga penodongan. Uh, serem juga.
Tapi gue bener-bener pingin tahu, apa betul bener yang dikatakan orang?
Ternyata, jika dinikmati dengan hati lapang, naik bis kota yang selalu pengap dan sesak ini bisa agak sedikit nyaman juga. Bunyi musik yang super keras membuat kuping mendengung. Maklum biskota di Palembang suka nyetel musik yang kelewat keras.
Aksi kejahatan tak ada gue temukan, hanya pengamen dan pengemis serta bau apek dan sesak, itulah yang gue rasa. Tapi gue tetap berusaha untuk menikmati dan nyaman.

Tuesday, November 25, 2008

Nonto Razia Lalu Lintas

Hari ini tak begitu banyak gue dapati hal-hal menarik. Semua berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Masih bokek, cari duit sulit.

Cuman, tadi siang gue sempat cari hiburan gratis di pinggir jalan. Nonton polisi sedang merazia kendaraan yang lalu lalang di sekitar kawasan Fly Over Polda. Lumayan menyenangkan juga dan banyak macam ulah orang ketika berhadapan dengan razia.

Sepeda motor merupakan sasaran razia ini. Maklum, saat ini jumlah sepeda motor yang terus membengkakjadi biang permasalahan baru diperkotaan. Kemacetan lalu lintas salah satunya. Selain itu banyaknya aksi pencurian sepeda motor membuat polisi semakin gerah dan mesti buat terobosab baru untuk mengantisipasinya. Maka razialah salah satu pilihannya.

Banyak sepeda motor memilih berhenti dan minggir sebelum sampai dilokasi razia. Mereka nampaknya tak mau berurusan dengan Polisi. Biasanya orang-orang seperti ini sudah merasa salah sendiri sebelum ditanya polisi. makanya cari aman lebih baik menghindar, jika perlu balik arah.

Namun tak sedikit juga motor yang sempat terjaring dan langsung kena tilang. Bahkan saking banyaknya, petugas yang menulis surat tilang dibuat sibuk.

Beberapa pengemudi yang kena tilang nampak sibuk menggunakan HP-nya untuk menelpon kesana-kemari. Biasanya mereka cari jalan keluar agar motor bisa dilepas. Mereka mencoba menghubungi beking. Bisa polisi atau TNI yang masih keluarga atau kenalan dekat. Pokoknya, macam-macam ulah mereka.